Entah dari mana aku harus memulainya, dan entah sejak kapan aku mulai merasakan perasaan seprti ini aku pun tidak tau. Yang aku tau selama ini adalah kenyamanan yang selalu aku rasakan setiap berada didekatnya. Dia yang selalu bisa membuatku tertawa lebih dari yang selalu aku lakukan, dia yang selalu memberi ruang untukku berada disampingnya, dia yang selalu mendengarkan setiap cerita yang aku katakan, ternyata dia mulai masuk kedalam hati ini tanpa aku sadari dan bahkan sudah mendapat tempat tersendiri. Tapi kenapa harus dia? Kenapa harus dia yang sudah termiliki oleh seseorang? Kenapa harus dia yang bersikap seperti ini padaku? Kenapa dia?
Perasaan seperti apa ini sebenarnya? Aku menyukai teman ku sendiri? Teman yang sudah memiliki seorang kekasih? Tidak!! Tapi ini benar, ini perasaanku ini yang aku rasakan sekarang. Ya!! aku menyayanginya. Oh tuhan, apa yang harus aku lakukan dengan perasaan ini? Begitu banyak pertanyaan yang ada dihati ini. Apa mungkin? Apa boleh aku seperti ini dengannya? Dia yang bahkan tidak bisa aku sebutkan namanya didepan orang lain atau saat aku sedang bercerita kepada teman-temanku, dia yang selalu menjaga kekasihnya agar tidak mengetahui sikap kami dibelakangnya hanya agar kekasihnya tidak merasa sakit hati. Tapi kenapa dia menanamkan perasaan ini begitu dalam, aku sungguh menginginkannya tapi aku tau itu tidak lah mungkin untukku. Aku tidak mungkin bisa menghancurkan begitu saja hubungan mereka yang sudah bertahun-tahun lamanya. Aku memulai lagi dan meyakinkan hatiku untuk hanya menjadi seorang teman baginya dan hanya seorang teman, tapi kenapa berkali-kali dia selalu dapat menarik hatiku kembali. Sikapnya yang selalu memperlakukanku dengan tidak biasa yang selalu dapat membuatku tertarik kembali kepadanya. Kenapa maspol kenapa kamu bersikap seperti ini? apa alasan dasri semua ini?
Semua yang biasa aku ceritakan padanya begitu saja sekarang seakan tertahan dibibir ini, ingin sekali rasanya mengatakan semua kenyataan ini padanya. Kenyataan bahwa aku menaruh perasaan padanya. Tapi aku takut ini hanya perasaanku saja, dan sikapnya selama ini perhatiannya selama ini hanya sekedar kebaikannya padaku. Aku sungguh bingung mengartikan ini semua. Apa yang harus aku lakukan? Aku sendiri tidak bisa menceritakan ini pada siapa pun, rasanya sangat menyesakkan menyembunyikan ini semua sendiri. Sampai pada malam itu saat dia datang kerumahku untuk berpamitan untuk kembali melanjutkan pendidikannya dimakassar aku meyakinkan diri untuk bertanya padanya, tapi tetap saja aku hanya larut dalam pandangan mataku dengannya karena menahan rasa rindu. Dia yang begitu fasih menceritakan setiap pengalamannya selama pendidikan dimakassar saat itu, dan aku hanya bisa memandangnya sambil tersenyum senang karena orang yang aku rindukan berada dihadapanku saat ini.
Hati ini semakin terasa gelisah dan tidak tenang karena belum mendapatkan jawaban dari semua pertanyaan-pertanyaanku selama ini. Dia sebentar lagi akan kembali melanjutkan pendidikannya dan aku akan kehilangan kesempatan untuk berbicara dan mengatakan yang ingin aku sampaikan padanya. Sehari sebelum ia pergi aku memberanikan diri untuk menanyakan semua itu padanya, aku mengatakan semua yang aku rasakan selama ini dengannya, aku mengungkapkan semua kebingunganku akan sikapnya selama ini. Dan ya akhirnya dia mengatakannya bahwa dia menganggapku lebih dari sekedar teman baginya, sebenarnya aku masih bingung dengan kata-katanya yang menganggapku lebih dari sekedar teman. Semua ini seperti teka teki untukku, sesuatu yang lebih dari sekedar pertemanan yaitu persahabatan. Apa dia menganggapku seperti itu? Dengan semua sikapnya selama ini? Sikap yang bahkan lebih pantas untuk diperlalukan kepada seorang pacar? Aku rasa tidak. Lalu semua ini apa, ingin sekali rasanya dapat membaca fikiran dan isi hatinya agar aku bisa mendapatkan jawaban untuk semua pertanyaanku yang begitu banyak sampai aku tidak bisa memejamkan mata untuk sekedar menenangkan fikir dari pertanyaan-pertanyaan itu. Dan akhirnya sekarang aku memutuskan utuk mengakhiri semua kedekatan kami yang bisa dibilang lebih dari sekedar pertemanan itu. Karena aku rasa ini yang terbaik untuk semuanya untuk dirinya, kekasihnya, dan bahkan mungkin utuk diriku sendiri. Aku tidak bisa egois dengan perasaan yang salah ini, aku tidak bisa mengambil sesuatu yang sudah dimiliki oleh orang lain begitu saja. Mungkin melihat posisiku saat itu bisa dibilang aku hanya seperti selir hati baginya dan kekasihnya lah yang menjadi satu-satunya ratu dihatinya. Menyadari akan kenyataan itu aku semakin terus menerus meyakinkan hati ini bahwa dia yang aku inginkan tidak akan pernah menjadi miliku, dan itu terasa sangat sangat sangat menyakitkan. Disaat aku memutuskan untuk mengakhiri ini semua dia menerimanya begitu saja, persis seperti yang aku fikirkan dia tidak mungkin menahan keputusanku. Aneh memang kedengarannya, "mengakhiri?" bahkan kami tidak pernah memulai sebuah hubungan.
Aku merasa aku akan baik-baik saja disini tanpanya, tanpa perhatian dan kedekatan kami yang seperti biasanya tapi ternyata aku terlalu dalam menaruh perasaan padanya. Ya!! Aku sangat merindukannya!! Dan ini lah titik lemah dari keyakinan yang aku tanamkan dihati ini. Disaat dia berada sangat jauh dariku bahkan kami dipisahkan oleh pulau, dia masih berusaha untuk menghubungiku, dia tetap memberikan aku kabar tentangnya disana, dan dia juga mengatakan kalau dia merindukanku. Keyakinan hati ini semakin terkikis karena sikapnya itu, ohh tuhan apa yang harus aku lakukan dengan perasan ini? Aku tidak bisa menahan kerinduanku padanya, tapi aku juga takut aku akan larut kembali dalam sikapnya. Ini pertama kalinya aku merasakan perasaan yang seperti ini berada diposisi yang tidak mungkin mendapat kesempatan dan semua ini harus aku rasakan dan mencari jalan keluarnya sendiri.
Tau kah kamu disini aku menunggu mu untuk kembali? Tau kah kamu setiap hari aku selalu bertanya-tanya sedang apa kamu disana? Tau kah kamu bahwa aku berharap banyak dari mu? Tau kah kamu seberapa besar perasaan ini pada mu? - I was enchanted to meet you -










